KESALEHAN JIWA

Berikut ini kita bisa mengambil manfaat dan hikmah dari kata kata bijak dalam percakapan antara seorang guru dengan muridnya.

 

 

Suatu hari Syafiq al Balkhi ( seorang dokter ahli jiwa ) berkata pada muridnya Hatim al Asham, ” Apa yang kau pelajari selama tinggal bersamaku ( 30 tahun )?”.

Hatim al Asham menjawab,” Ada enam perkara yang dapat ku ambil:

Pertama,
Aku melihat orang orang selalu ragu dalam mensikapi masalah ketentuan rizki, tidak satupun dari mereka kecuali bersikap kikir terhadap harta yang dimilikinya dan tamak dalam memperolehnya.
Namun aku bertawakkal kepada Allah karena firmanNya, ” Dan tidak ada satu binatang melata ( seluruh makhluk Allah yang bernyawa ) pun di bumi ini melainkan Allah lah yang menjamin rizkinya.”
Oleh karena aku termasuk binatang melata, maka hatiku tidak merisaukan sesuatu yang sudah dijamin Allah Yang Maha Perkasa dan Maha kuat”.
Sang guru berkata,” Bagus”.

Kedua
Aku melihat setiap orang mempunyai teman untuk mencurahkan rahasia dan mengadukan permasalahan kepadanya, namun teman mereka itu tidak dapat menyimpan rahasia dan tidak mau saling menolong. Maka aku menjadikan amal salehku sebagai teman, supaya dia menjadi penolongku saat hari perhitungan ( hisab ), meneguhkan diriku dihadapan Allah dan menemaniku saat meniti shirat”.
Sang guru berkata, ” Bagus “.

Ketiga
Aku melihat setiap orang mempunyai musuh dan saat ku cermati diriku, ternyata musuhku bukanlah orang yang menggunjingku. Tidak.pula orang yang menzalimiku dan menyakitiku, tetapi musuhku adalah orang yang ketika aku sedang taat kepada Allah dia menggodaku dengan perbuatan maksiatnya. Aku melihat bahwa yang berbuat demikian adalah iblis, jiwa, dunia dan hawa nafsu. Aku menjadikan semua itu sebagai musuh, aku menjaga diri dari mereka dan aku mempersiapkan diri untuk memerangi mereka. Aku tidak akan membiarkan salah satupun dari mereka mendekatiku”.
Sang guru berkata,” Bagus”.

Keempat
Aku melihat bahwa setiap makhluk yang hidup senantiasa dibuntuti, dan yang membuntuti adalah malaikat maut. Maka aku mempersiapkan diriku untuk menemuinya hingga bila dia datang, aku pergi bersamanya tanpa halangan”.
Sang guru berkata,” Bagus”.

Kelima
Aku melihat orang – orang saling mencintai dan membenci dan aku melihat orang mencintai tidak memiliki sesuatu untuk kekasihnya.
Aku merenungkan sebab percintaan dan kebencian mereka, maka aku tahu bahwa penyebabnya adalah fisik. Aku menafikan ( sebab fisik ) dengan cara menafikan hubungan hubungan antar jiwa dan jasadku, yaitu hubungan syahwat.
Maka aku mencintai semua orang, aku tidak merelakan sesuatu atas mereka kecuali apa yang aku ridhai untuk diriku”.
Sang guru berkata,” Bagus”.

Keenam
Aku melihat bahwa setiap orang akan meninggalkan tempat tinggalnya dan nasib setiap orang akan kembali ke lliang kubur. Maka aku pun mempersiapkan semua amal perbuatan yang mampu kulakukan dan yang akan membahagiakanku di tempat tinggal baru itu, yang tidak ada satu pun dibaliknya kecuali surga dan neraka”.

Sang guru Syafiq al Balkhi menimpali,” Cukup dan laksanakanlah ( enam perkara ) itu sampai mati”.

Demikian semoga bermanfaat.

peluang usaha

Sumber :
101 KISAH TELADAN.
Karya
Muhammad Amin Al Jundi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s